Jumat, 20 November 2009

Puisi

KAU DAN KAMI

Apapun yang kau berikan
Sangatlah kami inginkan
Dan untuk mengertinya sangatlah sulit
Maka jangan pernah bosan memberikannya

Kau ada disaat kami merasa sulit
Walau sesulit apapun kau selalu menuntun kami
Kami yakin segala yang kau berikan sangat berarti
Untuk ku dan masa depan kami

Namun…. terkadang kau membuat kami tak mengerti
Mengapa salah satu dari kami saja
Yang kau anggap terbaik
Mungkin saja diantara yang terbaik ada yang lebih baik

Izinkanlah kami mewarnai hidupmu
Dan kan kami berikan segala kemampuan kami
Untuk membalas ketulusan dan pengorbananmu
Sehingga kau tak kecewa
Menerima kami sebagai tamu hidupmu



Indahnya Menjadi Seorang Ibu

Pada awalnya saya belum siap menghadapi kenyataan ini. Kenyataan bahwa sebentar lagi saya akan menjadi seorang ibu. Seorang ibu muda. Seorang ibu yang masih harus menyelesaikan tugasnya sebagai seorang mahasiswi. Yang harus siap membagi waktu antara mengurus buah hatinya dengan belajar saat ujian. Rasanya sangat sulit sekali.Diperlukan mental yang siap, fisik yang kuat, tenaga yang ekstra dan otak yang cerdas. Sempat terpikir oleh ku “apakah aku mampu menjadi seorang ibu disaat aku masih harus menyelesaikan tugas ku sebagai mahasiswi?”. “Apakah aku sanggup mendengar omongan orang tentang ku?” dan pikiran lainnya.
Aku bersyukur memiliki suami, keluarga dan teman-teman ku yang selalu mendukung dan memberi semangat disaat aku susah ataupun senang. Mereka selalu ada kapanpun. Mereka lah yang menguatkan aku. Mereka yang membuat aku yakin kalau aku pasti bisa menjalankan semua ini. Akhirnya aku jaga kandunganku sampai tiba waktunya.
Hari itu tiba, hari aku melahirkan. Rasa takut, cemas, sakit, dan rasa macam-macam timbul didiriku. Namun, dalam hati aku yakin aku bisa melahirkan anakku ke dunia dalam keadaan sehat dan selamat. Waktu melahirkan rasanya sakit sekali. Kita mempertaruhkan nyawa kita saat itu. Dan pada saat itulah aku merasakan semua dosa-dosa ku yang telah aku perbuat pada ibu ku. Aku baru tahu pengorbanan seorang ibu untuk anak nya sangatlah besar.
Namun, rasa sakit itu semua tidak berarti ketika buah hati kita telah lahir dengan sehat dan selamat. Itu adalah anugerah terindah yang pernah aku dapatkan. Rasa sakit dan lelah hilang semua saat melihat buah hati. Semenjak itu hari-hari ku ditemani oleh nya. Rasa lelahku di kampus atau masalh- masalah yang aku hadapi hilang semua saat aku melihat ketawanya, tingkah lakunya, dan tangisannya. Inilah indahnya menjadi seorang ibu…..








Etika Akuntan Publik Dalam menerima Parcel
Pendapat saya:
Sebenarnya pemberian parcel tidak ada masalah khususnya pada saat hari besar keagamaan atau suatu event-event tertentu. Hal itu dilakukan biasanya sebagai ucapan terima kasih atau rasa hormat kepada seseorang. Misalnya dari seorang atasan ke bawahan, antar partner bisnis atau antara klien dengan akuntan publik. Jika maksud dari pemberian parcel adalah sekedar ucapan terima kasih atas jasa audit, review, atau kompilasi tertentu atas laporan keuangan, atau suatu pengujian atasa proyeksi laporan keuangan klien yang telah dilakukan oleh akuntan publik, itu tidak menjadi masalah. Namun, apabila ada maksud lain seperti klien menginginkan agar laporan auditnya hanya menggambarkan keadaan perusahaan yang baik-baik saja sehingga anggapan masyarakat umum perusahaan tersebut dalam keadaan sangat sehat, itu tidak wajar dan sangat menjadi permasalahan. Karena klien sudah salah mengartikan maksud dari member parcel. Selain itu apabila terjadi hal tersebut, maka akan merusak citra akuntan public dimata masyarakat.
Jika kegiatan ini tidak dihentikan, maka akan berakibat pengikisan akan profesionalitas dan independensi dari seorang akuntan publik. Walaupun pemberian parcel dari klien tidak memiliki tujuan khusus, tetapi anggapan masyarakat akan tetap bernilai negatif.
Jadi, bwat semua akuntan pblik khususnya di Indonesia sebaiknya jangan menerima parcel dari klien nya.











8 KAP YANG DIBEKUKAN PEMERINTAH
Pendapat saya:
Citra KAP di Indonesia sebagai lembaga yang independent, bekerja secara professional, serta memberikan penilaian yang sebenarnya agar tidak memberikan citra yang buruk kepada perusahaan klien kini hilang sejak terdengar kabar tentang 8 KAP yang dibekukan pemerintah belum lama ini. Sebab dibekukannya 8 KAP tersebut bermacam-macam, ada yang dinyatakan belum memenuhi standar atas laporan keuangan konsolidasi, ada juga yang belum memenuhi Standar Auditing (SA), Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) atas laporan keuangan klien mereka. Sangat disayangkan sekali hal itu terjadi. Seharusnya mereka bekerja lebih professional dan berhati-hati lagi. Karena sekali mereka membuat kesalahan maka dampaknya akan sangat panjang.
Mungkin juga hal ini terjadi dikarenakan mental para akuntan publik yang tidak dapat bekerja secara professional dan sesuai dengan kode etik profesi AICPA yang menjadi standar umum perilaku yang ideal dan menjadi peraturan khusus tentang perilaku yang harus dilakukan. Para KAP tersebut belum memahami adanya tanggung jawab kepada masyarakat, klien, serta rekan prakisi. Dalam masalah ini, pemerintah juga ikut bertanggung jawab karena pemerintahlah yang mengeluarkan surat izin praktek KAP tersebut. KAP yang ingin mendapatkan izin praktek harus benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan, tidak ada satupun prosedur yang terlewatkan. Jika semua prosedur telah dilakukan dengan sebaik-baiknya akan memperkecil kemungkinan suatu KAP membuat kesalahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar